Puncak Becici Jogja – Surga Tersembunyi di Balik Rindangnya Hutan Pinus

Fajar mulai menyingsing ketika saya berkemas-kemas mempersiapkan bekal untuk pergi menyusuri arah selatan Jogja. Pagi itu, matahari yang hangat menemaniku selama perjalanan. Namun, perjalanan ini terasa lama karena aku harus berhenti untuk beberapa saat sembari menunggu teman-teman dari luar kota. Barulah ketika matahari mulai nampak garang, dan teman-teman ku sudah berkumpul, perjalanan kami lanjutkan.

Puncak-Becici-BantulPuncak-Becici-Bantul

Panasnya matahari tidak menyurutkan niat kami untuk menyusuri keindahan Bukit Becici, apalagi ketika kami memasuki kawasan Desa Muntuk, sengatan matahari tergantikan dengan segar dan sejuknya udara perbukitan. Deretan pohon pinus menemani perjalanan kami ke tempat yang kami tuju hingga perasaan ini terasa senang ketika di depan mata kami tertancam gapura nan gagah berani dan bertuliskan selamat datang.

Puncak-Becici-JogjaPuncak-Becici-Jogja

Dari gapura ini kami dapat melihat dengan jelas deretan gubuk sederhana tampak memenuhi salah satu bahu jalan. Di gubuk-gubuk sederhana itulah para tamu dijamu dengan baik oleh warga sekitar dengan minuman dan makanan ringan yang mereka jajakan.

Kami terus memacu kendaraan, melewati jalan yang dicor sampai ke ujung jalan menuju tempat parkir. Setelah memarkirkan kendaraan, kami berhenti sejenak sembari mengecek perbekalan kami sebelum melanjutkan perjalanan.

Setelah semuanya dicek dan kami rasa tidak ada yang tertinggal, kami segera melanjutkan perjalanan menyusuri hutan pinus. Dalam perjalanan ini kami bertemu pengelola objek wisata ini. Karena ingin tahu lebih jauh kami pun berbincang-bincang dengannya. Menurutnya hutan pinus atau yang lebih dikenal dengan daerah Hutan Sudimoro 1 atau juga sering disebut Becici Asri ini masih termasuk dalam Hutan Lindung yang dikelola oleh RPH Mangunan.

Puncak-Becici-Bantul Puncak-Becici-Imogiri Puncak-Becici-Jogja

Berbeda dengan Hutan Pinus Mangunan yang sudah sangat populer di kalangan wisatwan, sebagai kawasan wisata, Becici Asri dulunya hanya hutan pinus biasa yang dimanfaatkan untuk menghasilkan getah pinus sebagai bahan dasar terpentin dan gondorukem. Namun, karena panorama alam bagian barat hutan ini sangat menawan, lambat laun banyak orang yang berdatangan ke tempat ini untuk menikmati keindahan alamnya. Berawal dari itulah kawasan ini menjelma menjadi destinasi wisata yang menarik banyak wisatawan, dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Bantul.

Masih menurut pengelola Bukit Becici, nama becici ini diambil dari kata “ambeg” yang berarti berdiam diri, dan kata “suci.” Dua kata ini diambil dari cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun oleh masyarakat setempat. Cerita itu ialah cerita tentang anak/putra pendiri Desa Muntuk yang bertapa di bukit bagian barat hutan pinus dan ingin dikuburkan di bukit yang sama ketika meninggal dunia. Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut, memang di puncak bukit becici ini terdapat sebuah petilasan atau makam.

Karena waktu semakin berjalan, dan kami harus melanjutkan perjalanan, obrolan dengan pengelola setempat akhirnya kami sudahi. Lalu, kami lanjutkan perjalanan, karena memang perjalanan masih cukup jauh.

Selama perjalanan, daun-duan pinus yang bergesekan menciptakan melodi alam menjadi penyegar dan penambah semangat kami dalam melanjutkan perjalanan. Setelah berjalan cukup jauh, akhirnya kami sampai ke puncak Bukit Becici.

Di puncak bukit ini, kami dapat melihat indahnya barisan pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi. Di sini juga kami menemui bangku-bangku yang terbuat dari batang pinus, ayunan kayu, gazebo-gazebo sederhana, gardu pandang dengan pengamanan yang cukup sederhana. Kami juga menjumpai area datar dengan jarak pohon pinus yang tidak terlalu rapat dan biasanya digunakan sebagai area camping ground.

Di Puncak Bukit Becici kami rehat sejenak sembari menikmati indahnya alam ciptaan Tuhan, dan menunggu hingga sang surya mulai tenggelam. Yah, puncak Bukit Becici ini memang terkenal sebagai spot yang menarik untuk menikmati saat-saat matahari terbenam. Tak heran jika kami menjumpai banyak muda-mudi yang duduk-duduk dan berbincang-bincang sembari menungu datangnya senja. Terlihat juga muda-mudi yang asik berfoto selfie di gardu pandang, ada juga yang berfoto di tepian tebing, ada juga yang duduk di gazebo dan bangku-bangku kayu pinus.

Ku edarkan pandanga, dan ku temukan sebuah ayunan tak berpenghuni. Akhirnya aku beranjak dari tempat duduk menuju ayunan tersebut sembari menunggu kesempatan menaiki gardu pandang. Matahari terus beranjak pergi ketika tiba saatnya saya mencoba menaiki gardu pandang. Dengan sangat hati-hati karena pengamanan yang sangat minim, saya akhirnya sampai juga di atas gardu pandang yang dibangun di atas pohon pinus ini. Ada sensasi sedikit ngeri dan merinding ketika gardu pandang ini sedikit bergoyang diterpa angin. Namun, semua itu tidak begitu saya hiraukan karena panorama alam di atas gardu pandang ini sungguh sangat menawan. Di sisi lain, saya ingin segera berfoto karena memang antrian untuk menaiki gardu pandang ini masih cukup panjang.

Setelah menaiki gardu pandang, saya kembali berkumpul bersama teman-teman. Meski hari sudah mulai sore, saya dan teman-teman tidak ingin segera beranjak. Kami menunggu hingga matahari benar-benar sudah tidak menampakkan wujudnya dan hari mulai gelap.

Informasi Seputar Bukit Becici

Lokasi Bukit Becici

Lokasi Puncak Becici terletak di Dusun Gunung Cilik, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akses ke Bukit Becici

Puncak Bencici merupakan salah satu Destinasi wisata Jogja yang sangat mudah dijangkau. Jika kamu dari arah Jogja, kamu bisa lewat Jalan Imogiri Timur, lurus terus sampai menemukan petunjuk arah yang mengarah ke Kebun Buah Mangunan. Ikuti terus jalan itu sampai bertemu pertigaan, lalu belok kiri ke arah hutan Pinus. Setelah menyusuri hutan Pinus, nanti kamu akan bertemu pertigaan pertama, lalu ambil jalan ke arah kiri. Dari sini kamu akan menemukan papan petunjuk jalan ke arah Puncak Becici.

Harga Tiket Masuk Puncak Becici

Untuk menikmati keindahan alam di Puncak Becici, kamu tidak akan dikenakan biaya retribusi alias geratis, tetapi demi keamanan dan kenyamanan, jika kamu membawa kendaraan roda dua, maka akan dikenakan biaya parkir Rp3.000, dan jika kamu menggunakan kendaraan roda empat akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp10.000. Jika kamu datang secara rombongan dan menggunakan bus, maka akan dikenakan biaya parkir Rp20.000. Untuk bisa Camping kamu akan dikenakan biaya Rp5.000 per-orang dan untuk naik ke gardu pandang kamu akan dikenakan biaya Rp2.000 per-orang.

Puncak-Becici-JogjaPuncak-Becici-Jogja

saya adalah seorang pecinta dunia petualangan, suka membaca buku, dan saat ini sedang bekerja di salah satu penerbit buku sebagai kepala editor buku. https://plus.google.com/u/0/105366462834545867981?rel=author